Kemarin ini Edo sempat post blog berjudul "cinta sejati? impian atau kenyataan?" tema yang menarik dan sering jadi perdebatan. Waktu hari minggu di vihara gw dapet masukan yang bagus, sapa tau ini bisa jadi input. total bacaannya 20lembar, jadi gw ringkas aja bagian bagian yang penting mengenai menikah, karena sepertinya udah jadi konsensus klo cinta sejati pasti akan berujung pada pernikahan.
Pergaulan yang baik
bagaimanapun juga hidup pernikahan dimulai dari suatu persahabatan. lewat pergaulan, seseorang menemukan pasangan untuk membentuk rumah tangga baru. apa yang disebut jodoh pada dasarnya ditentukan oleh diri sendiri, tidak ditentukan oleh suatu kekuatan lain diluar karma seseorang. kalau sudah bisa bertemu itu artinya sudah ada jodoh, namun bila setelah bertemu lalu persahabatan tidak dipupuk, jodoh tersebut tidak mungkin berkembang apalagi berbuah.
Memilih jalan
life is all about choices. seseorang bisa memilih untuk terus hidup membujang atau berrumah tangga.
kehidupan melajang tidaklah mudah, sedangkan kehidupan berumah tangga yang buruk jelas menyakitkan. tinggal bersama dengan orang yang tidak sesuai adalah penderitaan. jalan hidup manapun yang dipilih harus diarahkan untuk mengakhiri penderitaan.
orang itu harus mempertimbangkan matang matang bahwa jalan hidup yang dipilihnya adalah yang paling baik bagi dirinya, bahkan juga bagi orang di sekelilingnya, sekarang dan di kemudian hari.
setiap orang yang ingin hidup berumah tangga, menyadari benar bahwa ia harus mendapatkan orang yang dicintai dan juga mencintainya. namun cinta mudah diucapkan dan sering disalah artikan. seorang laki2 pernah berusaha merayu seorang bikuni, katanya matanya yang indah membuatnya jatuh cinta. bikuni itu lalu mencungkil bola matanya dan diberikan pada lelaki yang mencintainya. seketika itu pula cinta sang lelaki hilang. jadi sebenarnya apakah itu cinta?
Quote:
personal comment: waktu acara ini berlangsung, narasumber nanya sama bapak2 & ibu2 yang sudah beranak banyak. mayoritas dari mereka meragukan tentang cinta. setelah diuji berpuluh tahun, banyak yang akhirnya berbunyi mirip tong sam cong.. cinta itu ilusi… (gw gak ngarang)
Hidup Pernikahan
Kekayaan dan napsu birahi bagi manusia sukar untuk dilepaskan, bagai madu yang berada di mata pisau yang tajam. nikmat tapi tidak cukup untuk mengenyangkan perut. andaikata terjilat oleh anak kecil (yang belum matang secara mental & tidak berhati hati) pasti akan melukai lidahnya.
Makna Pernikahan
untuk mencapai suatu pernikahan yang berbahagia, sepasang suami istri idealnya bisa memenuhi kriteria :
- keyakinan yang sebanding : paling bagus sama agama, tapi klo misal satu soleh, yang satu asal pergi sekola minggu juga mungkin ga cocok.
- moral yang sebanding : istri vegetarian, suami tukang makan daging
- kemurahan hati yang sebanding : cowonya pelit, tapi istrinya suka buang buang duit
- kebijaksanaan yang sebanding : cowonya cuma doyan liat berita, cewenya cuma doyan shopping..
sahnya suatu pernikahan ditentukan oleh komitmen pasangan yang bersangkutan, yang tidak kehilangan haknya, tidak melanggar sila (berhubungan dengan pria/wanita yang masih terikat dengan wanita/pria lain, ada unsur kekerasan, mengambil yang tidak diberikan dan penipuan) mereka berdua harus secara sadar saling mencintai, saling menghormati dan setia tanpa kecuali.
Tujuan pernikahan
tujuan pernikahan tidak lain dari saling melengkapi, saling mendukung dan melindungi. lembaga pernikahan adalah tempat untuk mengembangkan kekuatan secara sinergis dari dua individu yang membentuk pasangan yang membebaskannya dari kesepian, kekhawatiran, ketakutan, kekurangan dan kelemahan. dengan itu tak seorang pun yang tidka diperkuat kehidupan spiritualnya.
dasar pernikahan
dasar pernikahan adalah cinta. cinta yang tentu tidak bertepuk sebelah tangan. cinta adalah sesuatu yang berkembang.akar dari cinta adalah saling pengertian bukan napsu birahi. napsu sex bukan kebutuhan primer yang bersifat faali biologis, tidak bisa disamakan dengan makan, minum, tidur dan pakaian yang betul betul esensial (kalo ga ada ya ga bakal bertahan idup) dengan kekuatan pikirannya manusia dapat mengendalikan dorongan seksual.
pernah ada seseorang yang selalu tidak dapat menahan dorongan birahinya dan ia ingin memotong alat kelaminnya. buddha berkata "daripada memotong alat kelamin, lebih baik engkau menyunat pikiranmu. pikiran laksana pemimpin, bila ia berhenti, dengan sendirinya tidak ada lagi pengiringnya. bila pikiran sesat itu tidak dihentikan, apa gunanya memotong alat kelamin?"
cinta muncul dalam wujud kesetiaan, bukan pada kesenangan. jika orang hanya mengembangkan cinta napsu dan cinta yang egois, cinta itu tidak akan bertahan lama dan pada waktunya kemudian ia hanya akan mendatangkan kekecewaan dan penderitaan. cinta adalah memberi dan ukurannya adalah berapa banyak seseorang bisa memberi. dengan membahagiakan orang lain seseorang akan menemukan kebahagiaan bagi dirinya sendiri. karena itu cinta dalam pernikahan mengandung kesediaan untuk berkorban. tanpa pengorbanan suatu pernikahan biasanya akan berakhir dengan kegagalan.
Fungsi Keluarga
keluarga berfungsi untuk memberi rasa aman dan perlindungan. seorang anak mendapat kasih sayang sekaligus belajar mengasihi dan menyayangi, mendapatkan segala sesuatu yagn dibutuhkan sekaligus juga belajar memberi ato berkorban, setidak tidaknya mengekang keinginan sendiri dan memperhatikan kepentingan anggota keluarga yang lain.
keluarga yang baik terdiri dari individu individu dalam keluarga yang dapat diatur dan mengatur dirinya dengan baik. orang yagn bijaksana terlebih dahulu harus mengembangkan dirinya sendiri, dengan demikian lalu ia dapat melatih orang lain.
tanggung jawab keluarga
hubungan suami istri ditandai kewajiban untuk selalu setia, saling menghargai dan bersikap sopan sebagai bentuk nyata dari cinta kasih mereka. mereka berbagi kekuasaan dan pekerjaan, mengatur kehidupan berumah tangga dan ekonomi keluarga, termasuk menjaga kekayaan dengan penuh tanggung jawab. istri berhak mendapat perhatian / perlakuan khusus sebagai tanda kasih dari suaminya. lebih jauh lagi mereka harus memelihara kekerabatan keluarga besar kedua belah pihak.
ibu & ayah bertugas membesarkan, memelihara dan memperkenalkan anak anaknya pada dunia. apa yang diwariskan kepada anak anak bukan sebatas kekayaan duniawi melainkan yang lebih penting lagi adalah bekal yang membuatnya menjadi manusia yang baik dan berguna.
anak memiliki kewajiban berbakti pada orang tua, apakah ketika mereka masih hidup ataupun setelah meninggal dunia, dan lalu berusaha melestarikan tradisi mereka
krisis keluarga
tidak jarang lunturnya cinta kasih menimbulkan tindak kekerasan dalam keluarga. suami istri hidup terpisah, dan biasanya berakhir dengan perceraian. orang tua di kritik oleh anak-anak dan timbul jurang pemisah antar generasi.
Anak anak yang kurang mendapat perhatian dan kasih sayang terjerumus dalam pergaulan yagn buruk dan terlibat dalam berbagai bentuk kenakalan remaja atau perbuatan antisosial.
penyebab kemerosotan keluarga : senang bermain peremuan, tidak puas dengan istri sendiri, cemburu, mabuk mabukan, berjudi, menghamburkan kekayaan, memberik kekuasaan dan percaya pada perempuan atau laki laki pemabuk dan pemboros
Dia yang cukup mampu namun tidak menyokong orang tua, atau memandang rendah handai tolan dan sanak keluarga juga akan menghadapi kemerosotan. orang yang mempunyai hubuingan gelap dengan istri orang lain, tidka merawat ayah ibu yagn sudah tua dan lemah, yang menyerang atau memaki orang tua, mertua dan saudaranya disebut sebagai sampah.
ketahanan keluarga
keluarga berdiri bersama sama seperti sebuah hutan, sementara badai menumbangkan pohon yang berdiri sendiri. berdiri bersama sama seperti pepohonan berarti akarnya berdesak desakan dan harus berbagi ruang dan cahaya matahari. dalam hal tertentu keadaan ini bisa menimbulkan frustrasi bahkan menyakitkan. tapi dengan menunjang keluarga, seseorang juga akan mendapat dukungan mereka dan itulah kekuatan bersama yang harus diperhitungkan.
keluarga manapun yang mampu bertahan lama disebabkan oleh : mencari apa yang telah hilang, memperbaiki yang telah rusak, makan dan minum yang tidak berlebihan, memberi kekuasaan pada perempuan/laki yang baik moralnya.
perencanaan keluarga
sepasang kekasih menikah bukan semata mata karena semua orang pada usianya sudah menikah, tetapi karena memang sudah siap untuk melakukannya. usia memang patut diperhatikan. Jangan terlalu muda, karena menunda usia pernikahan berarti memberi kesempatan untuk mematangkan rencana dan persiapan. tidak juga terlalu tua jika mengharapkan kehadiran seorang anak.
orang yang sudah tua tapi mengawini istri yang muda belia dianggap tidak pantas, karena ornag seperti itu tidak akan bisa memicingkan matanya akibat perasaan cemburu.
persiapan pernikahan
orang bijaksana yang mau menikah harusnya sudah mengenali benar sifat calon istri/suami sebelum sampai pada pelaminan. masa pacaran, bahkan masa tunangan dapat dimanfaatkan untuk memastikan bahwa ia tidak salah pilih. hal ini tentu saja butuh kejujuran dari kedua pihak.
berikutnya keberanian untuk mundur apabila ternyata tidak terdapat kecocokan.
pernikahan membawa tanggung jawab, pasangan yang bersangkutan harus cukup dewasa tidak hanya secara jasmani, tetapi juga secara mental dan sosial.
baik sekali jika mereka telah menyelesaikan pendidikan, sekalipun tidak harus menjadi kaya untuk dapat membangun sebuah rumah tangga yang bahagia. namun perlu diingat : saat kemiskinan mengetuk pintu, cinta kabur lewat jendela.
pertimbagnan moral
tidak mungkin kita mengharapkan pelatihan singkat dan dapat menghasilkan pernikahan yang benar benar bahagia, karena pernikahan mempertemukan dua orang yang sudah matang sedangkan perbedaan karakter dan kepribadian sudah melekat jauh sebelumnya.
Buddha mengelompokkan para istri menurut wataknya :
1. istri yang mirip pembunuh, yang jahat pikirannya, kejam, melalaikan suami atau suka serong.
2. istri yang mirip perampok, yang mencuri dan menghamburkan pendapatan suami
3. istri yang mirip penguasa, rakus, malas, kasar dan menekan suami
4. istri yang mirip seorang ibu, penuh kasih, merawat dan menjaga suaminya
5. istri yang mirip saudara, seperti adik yang memperlakukan kakaknya dengan hormat
6. istri yang mirip teman, kekasih pujaan yang penuh cinta.
7. istri yang mirip pelayan, yang patuh, memikul beban dengan sabar, bakan tabah menghadapi amarah suami.
14 hal buruk yang harus dihindari dalam kehidupan cinta :
membunuh, mencuri, berzinah dan berdusta, berusaha untuk menghindari napsu, kebencian, kebodohan atau kesesatan dan ketakutan.
menghindari 6 jalan pemborosan : ketagihan, berkeluyuran pada jam yang tidak pantas, keranjingan mengunjungi tempat hiburan, berjudi, bergaul dengan teman teman yang salah dan kebiasaan bermalas malasan.
petunjuk mengenai kewajiban orang tua terhadap anak tidak disertai pernyataan adanya keharusan suatu pasangan suami istri untuk mempunyai anak (apalagi harus laki laki)
kesehatan adalah keuntungan terbesar, nirwana adalah kebahagiaan tertinggi
Semoga posting ini bisa berguna bagi semua orang yang membutuhkan.